Cara Meruba Arus AC ke Arus DC atau Converter AC ke DC

Alternating current (AC) digunakan untuk saluran transmisi listrik dan untuk perangkat daya tinggi seperti pemanas,lampu,dll. Karakteristik AC membuatnya ideal untuk pendistribusian listrik dalam rangkaian atau instalasi yang panjang misalkan distribusi listrik PLN. juga dikarenakan arus AC bisa memberikan kekuatan atau power yang besar untuk keperluan listrik yang relatif tidak bisa diatur , seperti menghasilkan panas dan cahaya. sedangkan pada Peralatan daya yang rendah atau perangkat elektronik yang memerlukan kontrol  arus searah (DC). sedangkan listrik dari PLN hanya arus AC harus dikonversi ke DC untuk berbagai keperluan.kita akan belajar bagaimana membuat konverter AC DC. berikut tips-tips bagaimana membuat konverter arus AC ke DC.


1. transformer atau travo.sebua travo memiliki dua gulungan magnetis yang digabungkan, yaitu gulungan primer dan sekunder. gulungan primer terhubung langsung dengan sumber listrik atau langsung ke jaringan listrik. sedangkan gulungan sekunder sebagai output untuk suplay ke converter AC ke DC.pada konverter AC ke DC travo berfungsi sebagai step down tegangan atau penurun tegangan. misalkan kita ingin merubah tegangan 220Volt PLN ke 12 Volt DC. jadi pada gulungan sekunder kita pilih 12Volt untuk suplay ke rangkaian converter.

2.Dioda atau Dioda Brigge atau Penyearah gelombang.Dioda bridge atau jembatan dioda adaalah hubungan 4 buah Dioda dimana positif(Katoda) dan negatif(Anoda).cara menghubungkannya adalah: siapkan 4 buah Dioda, Hubungkan katoda dari dioda 1 ke katoda dari dioda 2 Hubungkan anoda dioda 2 ke katoda dari dioda 3 Hubungkan anoda dari dioda 3 ke anoda dari dioda 4. Connect katoda dari dioda 4 ke anoda dari dioda 1. untuk lebih rincinya lihat gambar.
hubungkan gulungan sekunder ke katoda dari dioda 3 dan katoda dari dioda 4.Output positif adalah pada titik di mana katoda dari dioda 1 dan 2 bergabung. Output negatif adalah pada titik di mana node dioda 3 dan 4 bergabung.
  
3.Kapasitor. kapasitor terpolarisasi seluruh koneksi keluaran dari rectifier. Terminal positif dari kapasitor terpolarisasi harus terhubung ke output positif dari regulator. Kapasitor ini harus berukuran sedemikian rupa sehingga kapasitansi dalam farad (F) sama dengan (5 kali arus yang akan disuplai oleh konverter AC DC) dibagi dengan (sekunder transformator Peringkat kali 1,4 kali frekuensi). Frekuensi bervariasi , tetapi biasanya yang berlaku 50 Hertz (Hz) atau 60 Hertz.

4.IC Regulator. regulator menjadi perangkat utama dalam converter arus AC ke DC berfungsi sebagai pengontrol tegangan output.IC regulator mempunyai 3 pin dimana, yang biasanya pin pertama sebagai input pin kedua dihubungkan ke grounding pin ke tiga adalah output.

 

Related Posts: